AirNav-FAA Bahas Modernisasi Pengelolaan Lalu Lintas Udara

man-headphones

CN, Tangerang - AirNav Indonesia dan Federal Aviation Administration–Air Traffic Organization (FAA-ATO) membahas modernisasi pengelolaan lalu lintas udara dalam pertemuan Program Management Review (PMR) yang berlangsung di Kantor Pusat FAA, Washington, D.C., Amerika Serikat, pada 2–4 November 2026.

Pembahasan difokuskan pada penguatan manajemen arus penerbangan, otomasi sistem, dan pemanfaatan analisis data. Dalam pertemuan tersebut, FAA memaparkan penerapan sejumlah teknologi pengelolaan lalu lintas udara, antara lain Terminal Flight Data Manager (TFDM), Time-Based Flow Management (TBFM), dan Flow Management Data and Services (FMDS), termasuk pemanfaatan analitik prediktif untuk mendukung pengambilan keputusan operasional.

Direktur Utama AirNav Indonesia, Capt. Avirianto Suratno, mengatakan bahwa kerja sama dengan FAA menjadi kesempatan bagi AirNav untuk mempelajari pengembangan sistem dan praktik pengelolaan lalu lintas udara yang telah diterapkan di Amerika Serikat. Menurutnya, pertukaran pengalaman tersebut penting untuk mendukung peningkatan kapabilitas AirNav dalam menghadapi tantangan pengelolaan ruang udara Indonesia.

“Kerja sama ini tidak hanya menjadi ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman, tetapi juga kesempatan untuk membangun kolaborasi yang lebih konkret dalam menghadapi tantangan pengelolaan ruang udara Indonesia yang semakin kompleks,” ujar Avirianto.

Selain teknologi, lanjut dia, kedua lembaga membahas pengembangan kompetensi sumber daya manusia, khususnya personel pengatur lalu lintas udara atau Air Traffic Controller (ATC). Pembahasan mencakup standar pelatihan dan kualifikasi, sertifikasi, penilaian kompetensi, hingga evaluasi kinerja personel yang diterapkan FAA-ATO. Materi tersebut menjadi referensi bagi AirNav dalam memperkuat profesionalisme dan kesiapan personel operasional.

Dalam kunjungan kerja tersebut, delegasi AirNav Indonesia juga menyambangi FAA Air Traffic Control System Command Center (ATCSCC) di Warrenton, Virginia. Di sana, delegasi mempelajari penerapan Air Traffic Flow Management (ATFM), mekanisme Collaborative Decision Making (CDM), serta sistem pendukung pengambilan keputusan operasional. Pembahasan turut mencakup peran Joint Air Traffic Operations Command (JATOC) dalam penanganan kondisi darurat dan gangguan operasional penerbangan.

Direktur Operasi AirNav Indonesia, Setio Anggoro, yang turut hadir dalam pertemuan tersebut, menambahkan bahwa pembahasan dengan FAA sejalan dengan agenda modernisasi pelayanan navigasi penerbangan yang tengah dikembangkan AirNav. Saat ini, AirNav terus memperkuat otomasi manajemen lalu lintas udara, pengelolaan arus penerbangan, serta Aeronautical Information Management (AIM).

“AirNav juga mempersiapkan pengembangan kapabilitas navigasi penerbangan generasi berikutnya melalui Flight and Flow Information for a Collaborative Environment (FF-ICE), System Wide Information Management (SWIM), serta Trajectory-Based Operations (TBO),” jelas Setio.

Kerja sama AirNav Indonesia dengan FAA telah terjalin melalui koordinasi operasional antara Ujung Pandang Flight Information Region (FIR) dan Oakland Oceanic FIR. Hubungan tersebut diperkuat melalui pembaruan Letter of Agreement pada 2023 dan penandatanganan Memorandum of Understanding pada November 2024.

Pertemuan PMR ini merupakan bagian dari implementasi Collaborative Work Plan antara AirNav Indonesia dan FAA-ATO. Hasil pembahasan menjadi pijakan bagi kedua lembaga untuk mengidentifikasi peluang kerja sama lanjutan, khususnya dalam penguatan kompetensi personel, pengembangan teknologi, dan peningkatan efektivitas pengelolaan lalu lintas udara. Bagi AirNav, pertukaran pengetahuan dan pengalaman operasional dengan FAA juga menjadi referensi untuk mendukung agenda modernisasi pelayanan navigasi penerbangan di Indonesia.

Terpopuler

To Top