CN, Jakarta - Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan (Dirjen Risbang) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Mohammad Fauzan Adziman, Ph.D meresmikan Laboratorium Riset Artificial Intelligence (AI) bersama AirNav Indonesia dan Center of Excellence Artificial Intelligence for Learning and Optimization (CoE AILO) Telkom University. Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama, Direktur Teknik, dan Direktur Operasi AirNav Indonesia menerima pengangkatan sebagai Advisory Honorary Board CoE AILO. Acara kemudian dilanjutkan dengan soft launching tiga Sovereign AI Products karya CoE AILO. Seluruh agenda berlangsung dalam rangkaian Summit on Advancement in Technology, Research, Industry and Academia (SATRIA) 2026 di Grand Orchardz Hotel Kemayoran, Jakarta Pusat.
Rangkaian kegiatan ini menjadi bukti nyata bahwa link and match antara industri dan perguruan tinggi mampu menghasilkan karya konkret. Wujudnya mencakup solusi bagi kebutuhan operasional industri, penguatan infrastruktur riset, keterlibatan industri dalam menentukan arah riset, hingga lahirnya produk AI yang dikembangkan dari kebutuhan Indonesia.
Dari Kebutuhan Industri Menjadi Solusi
Kemitraan AirNav Indonesia dan CoE AILO lahir dari kebutuhan riil di lapangan. Pada 2024, keduanya mengembangkan NOTAM AI Generator, sistem berbasis AI untuk mendukung penyusunan Notice to Airmen (NOTAM) yang krusial bagi keselamatan dan kelancaran operasional penerbangan. Industri membawa persoalan nyata, perguruan tinggi menghadirkan riset dan kepakaran, dan hasilnya adalah solusi yang langsung relevan dengan operasional.
Dua tahun berselang, kolaborasi tersebut tidak berhenti pada satu proyek, tetapi tumbuh menjadi kemitraan jangka panjang. AirNav Indonesia menyediakan 10 unit perangkat komputasi AI berkemampuan tinggi (high-computing AI systems) yang ditempatkan di CoE AILO Jakarta Chapter, Telkom University Jakarta. Laboratorium ini menjadi ruang bersama bagi peneliti, dosen, dan mahasiswa untuk mengembangkan serta menguji solusi AI berbasis kebutuhan industri. Laboratorium ini juga diharapkan mencetak talenta yang siap menjawab tantangan dunia kerja.
Kebutuhan talenta tersebut menjadi sorotan Dirjen Risbang Kemdiktisaintek dalam paparannya yang berjudul “Pergeseran Penentu Keberhasilan Talenta di Era AI”. Ia mengutip survei McKinsey terhadap 1.303 profesional SDM di 10 negara (Januari 2026). Survei tersebut menunjukkan tiga kompetensi yang paling dicari pada 2026, yaitu problem solving, kreativitas, dan resilience. Sebaliknya, kebutuhan akan keahlian teknis spesifik justru menurun, antara lain software development, data analytics dan AI, serta quantum computing.
“Kedalaman teknis menjadi syarat masuk, bukan lagi pembeda. Yang membedakan adalah penalaran, kreativitas, dan daya juang,” tegas Dirjen Risbang Kemdiktisaintek, Mohammad Fauzan di Jakarta, Kamis (8/10/2026).
Pesan ini menjadi arah bagi talenta yang lahir dari laboratorium riset bersama. Mereka tidak hanya dituntut menguasai teknologi, tetapi juga mampu bernalar, berkreasi, dan tangguh.
Direksi AirNav Indonesia Diangkat sebagai Advisory Honorary Board CoE AILO
Pada kesempatan yang sama, Direktur Utama, Direktur Teknik, dan Direktur Operasi AirNav Indonesia menerima pengangkatan sebagai Advisory Honorary Board CoE AILO Telkom University. Melalui peran ini, ketiganya akan memberikan nasihat dan pandangan strategis mengenai arah riset AI ke depan, terutama untuk sektor aviasi.
Keterlibatan pimpinan industri dalam jajaran penasihat memastikan riset CoE AILO tetap berpijak pada kebutuhan nyata operasional penerbangan. Dengan pengangkatan ini, link and match tidak lagi terbatas pada proyek dan infrastruktur, tetapi juga hadir dalam penentuan arah riset.
Ekosistem yang Melahirkan Inovasi
Kekuatan ekosistem riset tersebut tercermin dalam agenda berikutnya, yaitu soft launching tiga produk Sovereign AI yang dikembangkan CoE AILO dari kebutuhan Indonesia:
EduNusa LLM — Large Language Model untuk pembelajaran dengan pendekatan Socratic bagi siswa sekolah dasar di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T). EduNusa LLM tidak langsung memberikan jawaban, tetapi mengajak siswa membangun pemahaman melalui pertanyaan pemantik dan penalaran bertahap.
Medisiana AI Model — pendamping belajar Socratic bagi mahasiswa Kedokteran Telkom University untuk mengasah penalaran klinis. Dosen, pembimbing klinis, dan referensi medis tervalidasi tetap menjadi rujukan utama.
SAFE-ME — kerangka penilaian tingkat kematangan AI (AI Maturity Level Assessment) berbasis SAFE AI Telkom University. Kerangka ini membantu organisasi memetakan kesiapan serta menerapkan AI secara aman dan bertanggung jawab.
Ketiga produk akan terus divalidasi dan disempurnakan bersama pengguna dan pemangku kepentingan. Konsep Sovereign AI menegaskan bahwa kemandirian AI dibangun melalui penguasaan teknologi, penguatan kompetensi, dan solusi yang sesuai dengan konteks Indonesia.
Direktur CoE AILO Telkom University, Prof. Agus Pratondo, menyatakan bahwa laboratorium, dewan penasihat, dan produk yang diluncurkan merupakan satu rangkaian yang tidak terpisahkan. “Laboratorium ini adalah bukti bahwa link and match bukan sekadar slogan. Kebutuhan nyata yang dibawa AirNav Indonesia menjadi titik berangkat riset kami, dan arahan para direksi sebagai Advisory Honorary Board akan menjaga riset kami tetap relevan bagi dunia aviasi. Sejalan dengan arahan Bapak Dirjen, EduNusa dan Medisiana kami rancang bukan untuk memberikan jawaban, melainkan untuk melatih siswa dan mahasiswa bernalar,” ujarnya.
Model Kolaborasi untuk Riset Nasional
Rangkaian kegiatan ini memperlihatkan siklus link and match yang utuh. Kebutuhan industri mendorong riset, riset menghasilkan solusi, dan kemitraan berkelanjutan memperkuat infrastruktur, talenta, serta arah riset untuk inovasi berikutnya. Model ini diharapkan dapat menjadi rujukan bagi kolaborasi industri dan perguruan tinggi lainnya dalam memperkuat kapasitas riset nasional.
Kegiatan ini dihadiri jajaran Direksi dan pimpinan AirNav Indonesia, Direksi Yayasan Pendidikan Telkom, serta pimpinan Telkom University, termasuk Wakil Rektor I, Wakil Rektor II, Wakil Rektor IV, dan Wakil Direktur II Telkom University Jakarta. Penyelenggaraan kegiatan didukung penuh oleh Grand Orchardz Hotel Kemayoran melalui penyediaan tempat dan fasilitas acara

