Wayang dan Pokemon Jalin Kolaborasi Budaya Pokewayang

man-headphones

Wayang dan Pokemon Jalin Kolaborasi Budaya Pokewayang

CN, JAKARTA - Wayang akan dipertemukan dengan Pokemon dalam kolaborasi budaya bertajuk “Pokewayang”. Proyek ini akan diperkenalkan untuk pertama kalinya di World Conference of Creative Economy atau WCCE pada 21–23 Oktober 2026.

Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari rencana pengembangan The Pokemon Company di Indonesia yang dipaparkan dalam Pokemon Press Conference: Future Plans for Indonesia 2026-2027 di Jakarta, Senin, 14 September.

Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengatakan pertemuan wayang dengan Pokemon dapat menjadi cara baru memperkenalkan budaya Indonesia kepada publik global.

“Sekarang akulturasi di era modern, dengan Pokewayang, ini adalah satu bentuk akulturasi baru,” kata Menteri Fadli.

Menurut Menbud, wayang memiliki banyak bentuk sesuai keragaman budaya Indonesia, mulai dari Wayang Jawa, Wayang Sunda, hingga Wayang Sasak. Akulturasi juga sebelumnya melahirkan bentuk seperti Wacinwa dan Wayang Potehi.

Menbud menilai wayang tidak hanya berfungsi sebagai tontonan, tetapi juga memiliki unsur pendidikan yang dapat terus dikembangkan mengikuti perubahan zaman.

“Kementerian Kebudayaan memandang kolaborasi dan akulturasi tersebut sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem kebudayaan yang tidak berhenti pada pelestarian, tetapi juga membuka ruang pengembangan dan pemanfaatan budaya,” ujarnya.

Wayang telah tercatat sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO. Dalam pengembangan Pokewayang, The Pokemon Company disebut telah berdiskusi dan berkoordinasi dengan pemerintah Indonesia, termasuk melibatkan tiga kementerian.

Corporate Officer The Pokemon Company Susumu Fukunaga mengatakan Pokemon sebelumnya juga berkolaborasi dengan batik, yang turut diakui UNESCO sebagai warisan budaya takbenda.

“Kami punya misi ingin menyampaikan budaya Indonesia dan dunia Pokemon kepada anak-anak di Indonesia,” kata Fukunaga.

Wakil Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Irene Umar menilai ekonomi kreatif dapat menjadi sarana untuk membawa produk serta kekayaan budaya Indonesia ke pasar global.
“Bagaimana kita bisa menggunakan ekonomi kreatif untuk melestarikan dan mengekspor kebudayaan kita, agar seluruh dunia tahu mengenai kearifan lokal dan kebudayaan Indonesia,” ujarnya.
Panggung Pokewayang akan menjadi salah satu showcase utama WCCE 2026. Pertunjukan itu akan mempertemukan budaya tradisional Indonesia dengan salah satu kekayaan intelektual populer asal Jepang dalam satu panggung. (*)
 

Terpopuler

To Top