CN, Jakarta – Balai Kesehatan Kerja Pelayaran (BKKP), Direktorat Jenderal Perhubungan Laut Kementerian Perhubungan, turut berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan Kementerian Perhubungan dengan menyerahkan bantuan bagi masyarakat yang terdampak bencana gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT).
Sebanyak 40 boks bantuan kebutuhan sehari-hari diserahkan BKKP kepada Kementerian Perhubungan pada Jumat (21/8). Selanjutnya, bantuan tersebut akan didistribusikan kepada masyarakat di wilayah terdampak gempa yang membutuhkan.
Bantuan yang dihimpun BKKP terdiri atas berbagai kebutuhan masyarakat, yaitu 12 dus susu anak, 8 dus popok anak, 3 dus popok dewasa, 6 dus mi instan, 1 dus minyak, 1 dus kopi, 1 dus sari gandum, 3 dus pakaian, 3 dus pembalut, dan 2 dus sarden.
Kepala BKKP, Wisnu Wardana menyampaikan bahwa partisipasi tersebut merupakan bentuk solidaritas dan kepedulian keluarga besar BKKP kepada masyarakat yang sedang menghadapi masa sulit akibat bencana.
“Di balik setiap bantuan yang kita berikan, ada saudara-saudara kita yang sedang membutuhkan uluran tangan. Bagi kami, ini bukan sekadar menyerahkan barang, tetapi tentang hadir, peduli, dan memanusiakan manusia. Semoga bantuan sederhana ini dapat meringankan beban masyarakat terdampak dan memberikan semangat bahwa mereka tidak menghadapi musibah ini sendirian,” ujar Wisnu, Jumat (21/8/2026)
Menurutnya, semangat pelayanan publik tidak berhenti pada pelaksanaan tugas dan fungsi organisasi. Sebagai bagian dari Kementerian Perhubungan, BKKP juga memiliki tanggung jawab sosial untuk menumbuhkan kepedulian, gotong royong, dan rasa kemanusiaan, khususnya ketika masyarakat menghadapi kondisi darurat akibat bencana.
Melalui partisipasi dalam donasi Kementerian Perhubungan ini, BKKP berharap bantuan dapat segera sampai kepada masyarakat yang membutuhkan serta mendukung upaya penanganan dan pemulihan pascabencana di NTT.
“Bencana mungkin memisahkan jarak, tetapi kepedulian selalu mampu mendekatkan kita. Karena pada akhirnya, pelayanan terbaik bukan hanya tentang menjalankan pekerjaan, tetapi tentang bagaimana keberadaan kita dapat memberikan manfaat bagi sesama,” pungkas Wisnu.

