CN, JAKARTA - Melanjutkan kunjungan kenegaraan di Kawasan Eropa, Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, hadir dalam UNESCO World Conference on Cultural Policies and Sustainable Development (MONDIACULT) 2025 di Barcelona, Spanyol. Konferensi tingkat tinggi ini digelar UNESCO bersama Pemerintah Spanyol, dan menjadi forum strategis untuk menegaskan arah kebijakan budaya global.
Di sela rangkaian kegiatan UNESCO Mondiacult 2025, Menbud melakukan pertemuan dan berdialog dengan Menteri Kebudayaan Uni Emirat Arab, Sheikh Salem bin Khalid Al Qassimi. Selain memperkuat kerja sama budaya, Menbud UEA juga secara resmi mengundang Indonesia sebagai tamu kehormatan (guest of honor) pada festival seni Islam internasional Al-Burda Award 2026 di Abu Dhabi.
Ia menegaskan harapannya untuk menampilkan kekayaan budaya Indonesia di UEA, termasuk seni kaligrafi, puisi, iluminasi, dan ornamentasi Islam, sekaligus memberi ruang bagi seniman muda Indonesia.
“Kami sangat berharap dapat menampilkan lebih banyak karya dan penampilan seni Indonesia yang sangat kaya di hadapan masyarakat UEA melalui,” ujar Menteri Salem.
Sejak 1976, kedua negara sudah bekerja sama membangun kemitraan strategis di berbagai sektor, khususnya kebudayaan. Komitmen tersebut dituangkan dalam MoU antara Kementerian Kebudayaan kedua negara pada November 2024 yang mencakup seni rupa, seni pertunjukan, sastra, warisan budaya, museum, pertukaran budaya, hingga pelestarian kebudayaan.
Indonesia dan UEA sepakat mengeksplorasi peluang kerja sama baru, seperti produksi film bersama, residensi seniman, inovasi museum, dan program kolaborasi digital.
“Kami juga menjajaki peluang kerja sama pameran peradaban Islam, pertukaran cendekiawan dan kurator, serta kolaborasi dalam penelitian dan digitalisasi warisan budaya,” ujar Menteri Kebudayaan, Fadli Zon.
Selain memperkuat kerja sama budaya dengan UEA, Menbud Fadli Zon juga bertemu dengan Secretary of State for Culture Spanyol, Jordi Martí. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas rencana pembaruan Agreement on Cultural and Educational Cooperation (2004) yang berfokus pada kolaborasi warisan budaya dan museum, serta penguatan sektor industri budaya.
“Spanyol saat ini memiliki jaringan museum nasional yang sangat baik seperti Prado, Reina Sofía, dan Thyssen-Bornemisza. Mereka juga memiliki industri audiovisual yang sangat aktif, mencatat lebih dari 13 juta penonton pada 2024. Ini menjadi peluang penting untuk memperdalam kerja sama budaya antara kedua negara,” ujar Fadli Zon. (*)

